Friday, December 16, 2011

A little story about Charlie Chaplin

Oke temen temen, kali ini saya akan membahas tentang sebuah cerita kehidupan dari salah satu artis komedi pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan seniman seniman masa kini. Beliau adalah Charlie Chaplin. Pasti temen temen banyak yang pernah denger tokoh ini kan? Tokoh ini merupakan tokoh inspiratif bagi seniman seniman di seluruh dunia. Bagaimana tidak, beliau merupakan tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu.
salah satu scene dalam the circus

Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE atau biasa dipanggil Charlie Chaplin lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun. Seorang tokoh yang sering memerankan tokoh "The Tramp", seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.


Sebelum berusia 3 tahun, orang tuanya yang bekerja sebagai artis penghibur, bercerai. Chaplin kecil memulai karirnya saat dia berusia 5 tahun. Tanpa persiapan sebelumnya, Chaplin kecil diminta untuk menggantikan ibunya.

Pada umur 12 tahun, Chaplin harus kehilangan sosok ayah untuk selama lamanya. Dan tidak lama setelah itu, Chaplin juga harus kehilangan ibunya karena mengalami penyakit Skizofrenia sehingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.

Charlie Chaplin "The Tramp"
Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat berpengaruh terhadap karakter "The Tramp" yang diperankan dan tema film yang dibuatnya.

Di tahun 1903, Chaplin tampil dalam Jim: A Romance of Cockayne, diikuti peran rutinnya sebagai Billy anak pengantar koran dalam Sherlock Holmes yang terus dijalani hingga tahun 1906. Chaplin tampil berikutnya dalam acara variety Casey's Court Circus, dan tahun berikutnya sebagai badut dalam kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno.

Chaplin pertama kali ke Amerika mengikuti pertunjukan keliling kelompok asuhan Fred Karno dari tahun 1910 hingga 1912. Pada tahun 1913, produser film Mack Sennett terkesan dengan penampilan Chaplin, sehingga dia mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Film pendek Making a Living adalah penampilan pertama Chaplin di layar perak.

Bergabungnya dengan Keystone Studios merupakan titik loncat Chaplin untuk menjadi seniman yang luar biasa. Bagaimana tidak, Keystone Studios merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Karakter Tramp diperkenalkan Chaplin lewat film keduanya yang berjudul, Kid Auto Races at Venice dan film ketiganya Mabel’s Strange Predicament.
Charlie Chaplin dalam film The Kid
Saat kontrak Chaplin berakhir, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Dan tanpa disangka sangka, film yang diciptakan Chaplin sukses besar. Sehingga tahun 1915, Chaplin menandatangani kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, banyak sekali kontrak yang datang ke Chaplin, tetapi dia menyepakati kontrak dengan studio Mutual Film pada tahun 1916. Di studio ini, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film dalam jangka waktu 18 bulan. Film ini berhasil menjadi film komedi klasik, dan tetap menghibur hingga sekarang.

Setelah itu pun, masih banyak sekali kontrak yang mengantri untuk mendapatkan tanda tangan dari Chaplin. Berbagai film bisu pun sudah dibuat di berbagai macam studio oleh Chaplin. Bahkan Chaplin pun memperkuat film film bisunya walaupun pembuat film lain sudah beralih menjadi film suara. Hal ini membuat Chaplin bertahan untuk tidak ikut ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film di tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Pada tahun 1929, Chaplin mendapatkan penghargaan Academy Awards. Sebenarnya dia di nominasikan sebagai aktor terbaik dan sutradara komedi terbaik dalam filmnya The Circus, tetapi dewan juri malah memberikan penghargaan istimewat untuk "kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film The Circus". 

Pada tahun 1940, Chaplin membuat film suara pertamanya di Hollywood dan memberinya judul The Great Dictator. Hal ini semakin membuat masyarakat kagum dengan karya karya buatan Chaplin. Apalagi dengan koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Ilustrasi musik untuk film Limelight yang dikerjakan Chaplin mendapat nominasi Academy Awards di tahun 1972. Hal ini dimungkinkan karena pertunjukan perdana di Los Angeles tertunda selama dua dekade.
poster The Circus

Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44 tahun kemudian di tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas "pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai bentuk seni abad ini". Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin berdiri memberikan sambutan tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat sebagai standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.

Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada hari natal tahun 1977, di Vevey, Swiss. Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey, Kanton Vaud, tapi makamnya dipindah di dekat Danau Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.







3 comments:

  1. baru tahu semua tentang charlie chaplin
    thanks infonya

    ReplyDelete
  2. kapan yo Indonesia duwe tokoh koyok Charlie Chaplin

    ReplyDelete